๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป di ๐—จ๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป

 ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป di ๐—จ๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป

( "A Little Piece of Heaven")



Di sini tidak ada bilah yang berkilau di bawah bulan,

Tidak ada darah yang tumpah demi menahanmu lebih lama.

Karena cinta yang sejati bukanlah sebuah kurungan,

Dan kau bukanlah barang yang harus kumiliki dengan paksa.

Aku tahu hatimu adalah burung bebas yang berhak terbang,

Bukan peliharaan yang harus kumatikan agar tak hilang.


Aku memang tidak akan "mengambil apa yang menjadi milikku,"

Sebab kau bukan milikku; kau adalah jiwamu sendiri.

Sebelum cerita kita berakhir di ujung waktu,

Aku ingin kau tahu, kebahagiaanku adalah melihatmu menari,

Di bawah matahari yang hidup, dengan napas yang lega,

Bukan dalam awetan dingin, di mana jiwamu merana.


Ketika kemungkinan terburuk mengetuk pintu kita,

Dan ketakutan akan kehilangan mulai membakar dada,

Aku tidak akan melumpuhkanmu demi menghentikan waktu.

Aku kan memilih untuk memeluk setiap detak jantung itu,

Sambil menerimanya sebagai anugerah yang sementara,

Sebab keindahan mawar ada pada layunya yang bersahaja.


Aku tidak ingin menciptakan "surga kecil" yang egois,

Di atas penderitaan dan robekan luka yang tragis.

Dan jika Tuhan tidak merancang kita untuk hidup selamanya di bumi,

Maka biarlah alam semesta mengambil kembali apa yang ia beri.

Aku takkan menodai tubuhmu demi kepuasan sesaat,

Sebab raga itu adalah kuil suci di mana jiwamu pernah melekat.


Tidak akan ada jiwamu yang kembali dengan dendam,

Menuntut balas atas luka yang kubuat di malam kelam.

Sebab yang kutinggalkan untukmu hanyalah kenangan manis,

Tentang bagaimana kita saling menghormati tanpa tangis.

Jika waktu memisahkan, biarlah perpisahan itu murni,

Antara raga yang kembali ke tanah, dan jiwa yang kembali ke sunyi.


Kita tidak akan berdiri di altar kematian yang mengerikan,

Mengucap janji dalam wujud yang tak lagi utuh demi ambisi.

Sebab pernikahan yang sejati adalah tentang kehidupan,

Bukan perayaan kegilaan di atas sisa-sisa tragedi.

Cinta yang kuberi adalah cinta yang merelakanmu pergi,

Agar kau bisa beristirahat dalam damai yang hakiki.


Karena aku tahu, "surga kecil" yang sesungguhnya,

Bukanlah tentang memaksamu ada di sini bersamaku,

Melainkan tentang mengetahui bahwa jiwamu bahagia,

Di mana pun kau berada, meski tanpa kehadiranku.

Tidurlah dalam damai, tanpa perlu takut akan aku,

Cintaku menjagamu, bahkan ketika aku melepaskanmu.


๐™ฑ๐š˜๐š๐š˜๐š›. 030526

๐™ฐ๐š‹๐šŠ๐š.๐™ธ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐™ท๐šŠ๐š’, ๐™ณ๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š–๐š‹๐šŽ๐š›.

Terimakasih Desember