๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ฟ ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐บ๐ di ๐๐ป๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฃ๐๐ถ๐ป๐ด yang Belum ๐จ๐๐ฎ๐ถ
๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ฟ ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐บ๐ di ๐๐ป๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฃ๐๐ถ๐ป๐ด yang Belum ๐จ๐๐ฎ๐ถ
Sepertinya aku harus belajar lagi cara bernapas,
karena sejak kabar itu sampai, udara terasa begitu padat di dadaku.
Aku melihat fotomu. Kau tersenyum begitu lebar,
jenis senyum yang dulu selalu aku perjuangkan,
namun kini mekar karena kehadiran orang yang berbeda.
Ternyata, bahagia memang sesederhana itu bagimu;
cukup dengan mengganti pemeran, dan naskah sedih kita langsung dianggap usai.
๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ ๐ ๐.
Kalimat itu kuucapkan dengan suara yang nyaris hilang,
seperti bisikan di tengah badai yang tidak akan pernah kau dengar.
Kau sudah melangkah jauh, melompat pagar, dan membangun taman,
sementara aku masih di sini, duduk di teras rumah lama kita,
menunggu tamu yang sudah jelas-jelas tidak akan pernah pulang.
Ternyata benar, ya?
Beberapa orang memang diciptakan hanya untuk menjadi guru,
mengajari kita tentang luka, lalu pergi saat kita mulai paham artinya.
Kau mengajariku bagaimana rasanya dicintai sehebat-hebatnya,
lalu kau juga yang mengajariku bagaimana rasanya dibuang sekecil-kecilnya.
แดแดแด แดษชแด แดแด แดแดสแด แดแดษดแด สษข สแดสษชส แดแดษดสแดแดษชแดแดแดษด:
" ๐๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉh ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช-๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฐ๐ด๐ฐ๐ฌ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ."
Sekarang, dia adalah orang yang kau kirimi pesan saat kau bangun tidur.
Dia adalah orang yang mendengarkan keluh kesahmu tentang dunia yang jahat.
Dan dia juga orang yang memelukmu saat kau merasa tidak berdaya.
Lucu nya, Peran-peran itu dulu adalah hak istimewaku,
namun kini status itu sudah berpindah tangan,
seperti kunci rumah yang kau serahkan begitu saja tanpa sempat berpamitan.
Duniaku mungkin masih mendung,
masih sering turun hujan di waktu-waktu yang tidak tepat di mataku.
Tapi aku tidak akan mengutuk kebahagiaanmu.
Sebab aku tahu, pernah mencintaimu adalah bagian paling indah sekaligus paling merusak dalam hidupku.
Aku akan tetap di sini, menyelesaikan sisa-sisa sesak ini sendirian.
Rayakanlah duniamu yang baru.
Jadikan dia satu-satunya, jangan buat dia menjadi sepertiku;
yang harus mengemis sisa waktu dan berakhir menjadi tumpukan kenangan.
Biarkan aku menjadi rahasia yang kau simpan rapat-rapat,
atau jika perlu, anggap saja aku tidak pernah ada,
agar kau bisa mencintainya tanpa perlu merasa bersalah sedikit pun.
Selamat tinggal, perihal yang pernah kuperjuangkan habis-habisan.
Selamat menempuh hidup yang baru,
di atas luka yang masih kupeluk erat hingga hari ini.
๐ฑ๐๐๐๐. 040526
๐ฐ๐๐๐.๐ธ
Komentar
Posting Komentar