๐๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ค๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ค ๐๐๐ซ๐ง๐๐ก ๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐๐ข
๐๐๐ง๐ฎ๐ฌ๐ค๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ค ๐๐๐ซ๐ง๐๐ก ๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐๐ข
Beberapa orang ditakdirkan untuk menjadi pelajaran,
bukan untuk menjadi tujuan.
Dan kau adalah bab paling panjang dalam bukuku,
bab yang paling sering kubaca ulang meski aku tahu akhirnya hanya akan menyakitkan.
Kita pernah sedekat nadi, sebelum akhirnya menjadi sejauh matahari.
Kau masih ada, kau masih bersinar,
namun aku takkan lagi sanggup menggapaimu tanpa membuat diriku terbakar.
Aku benci akan April yang selalu mengingatkanku pada cara kau berpamitan.
Tanpa teriakan, tanpa pertengkaran yang hebat.
Kau hanya pergi dengan cara yang paling sopan,
meninggalkan aku yang masih penuh dengan pertanyaan.
Kau bilang, "Ini demi kebaikan kita bersama."
Tapi mengapa hanya kau yang terlihat lebih baik?
Sedangkan aku masih terperangkap dalam ruang hampa,
tuk mencoba mencari sisa-sisa diriku yang kau bawa pergi tanpa izin.
Melihatmu dengannya adalah jenis patah hati yang paling sunyi.
Tidak ada suara retakan, tidak ada ledakan.
Hanya ada rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuh,
serta menyadari bahwa tempat yang dulu adalah milikku,
kini sudah memiliki penghuni baru yang kau jamu dengan lebih hangat.
๐๐๐๐๐ข๐๐๐a, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐,
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐.
Dulu kita adalah dua cangkir kopi yang saling berbagi uap,
kini kita hanyalah dua orang asing yang saling buang muka saat tak sengaja bertatap.
Aku takkan lagi memaksakan pepohonan untuk tetap berdaun di musim gugur.
Aku pun takkan lagi meminta ombak untuk berhenti menghantam karang.
Sebab aku tahu, memaksamu menetap hanya akan membuatmu semakin ingin lari,
dan membuatku semakin kehilangan harga diri.
Maka, biarlah naskah ini berakhir di sini.
Di antara baris-baris doa yang mulai memudar
dan di antara rindu yang tak lagi memiliki alamat untuk dikirimkan.
Aku tidak akan membencimu, karena benci adalah bentuk lain dari kepedulian.
Aku hanya akan membiasakan diri untuk tidak lagi mencarimu.
Hiduplah dengan baik, meski bukan denganku.
Bahagialah dengan pilihanmu, meski itu berarti aku harus layu.
Dan selamat merayakan April-mu yang baru,
dari aku, yang perlahan mulai belajar untuk tidak lagi merindukanmu.
~~~
๐ฑ๐๐๐๐. 11/5/26
๐ฐ๐๐๐.๐
Komentar
Posting Komentar