𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶-𝗸𝘂
"Malam ini... bulan kelihatan lebih pucat dari biasanya. Persis seperti hatiku sejak kamu mutusin buat pergi."
"𝗔𝗸𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝘀𝗶𝗻𝗶, 𝗱𝗶 𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝘁𝗮𝗻𝗮𝗺 𝗯𝗮𝗿𝗲𝗻𝗴-𝗯𝗮𝗿𝗲𝗻𝗴. 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁? 𝗗𝘂𝗹𝘂 𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗴𝗮𝗿 𝗯𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁, 𝘀𝗲𝗽𝘂𝘁𝗶𝗵 𝗷𝗮𝗻𝗷𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘂𝗰𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗮𝗸𝘂."
"Tapi sekarang? Melati ini layu. Kelopaknya gugur satu-satu, persis kayak harapanku yang mulai patah. Harumnya masih ada, tapi rasanya sekarang malah bikin sesak."
"Oh, Melati... tolong sampaikan ya. Bilang ke dia kalau rinduku ini nggak pernah ada ujungnya. Bilang kalau rumah ini kerasa sepi banget tanpa ketawanya dia."
"Kenapa harus secepat ini sih? Kamu pergi ninggalin luka yang bahkan aku sendiri nggak tahu gimana cara nyembuhinnya. Sekarang, cuma doa yang bisa aku kirim lewat angin malam."
"Tunggu aku ya... Sampai nanti kita ketemu lagi di sana. Di tempat yang nggak akan pernah ada kata pisah."
𝗕𝗼𝗴𝗼𝗿. 𝟭𝟬/𝟮/𝟮𝟲
𝗔𝗯𝗮𝗱.𝗶
Komentar
Posting Komentar