Berakhir Sebelum Usai
Ada satu titik lelah yang tak bisa dijelaskan oleh air mata. Titik di mana aku tak lagi ingin bertanya "kenapa", melainkan "kapan semua ini akan berakhir?"
Aku seperti buku yang kehilangan halaman terakhirnya. Menggantung. Tanpa arah. Semua motivasi terasa seperti dongeng sebelum tidur, yang hanya indah untuk didengar, tapi mustahil untuk dipeluk.
Katanya, hidup harus terus berjalan. Tapi bagaimana jika kakiku sudah tertimbun reruntuhan harapanku sendiri? Setiap kali aku mencoba menatap hari esok, yang kulihat hanyalah kabut tebal dan jalan buntu yang panjang.
Tuhan...
Jika menyerah adalah sebuah dosa, maka biarlah aku menjadi pendosa yang paling jujur hari ini. Sebab jiwaku sudah terlampau lebam, untuk kembali dipaksa berlari mengejar matahari yang tak kunjung terbit.
Hari ini, aku tidak ingin menjadi pemenang. Aku hanya ingin berhenti... Menjadi ketiadaan yang tenang.
Bogor, 19/01/26
Komentar
Posting Komentar