π½ππππππ§π-π πͺ ππππ’πππ‘ πππ©ππ£
hari ini, aku belajar satu hal yang paling menyakitkan: ternyata ketulusan saja tidak pernah punya cukup daya untuk mengunci pintu hati seseorang. Aku selalu mengira bahwa dengan menjagamu seutuhnya—memastikan air matamu tak pernah jatuh dan tawa-mu tetap utuh—aku sudah berhasil membangun sebuah rumah yang nyaman bagimu. Namun nyatanya, aku salah.
Ada seseorang yang datang dengan langkah lebih tegap, dengan janji yang barangkali lebih berkilau di matamu yang mulai redup terhadapku. Dan yang paling menghancurkan bukanlah cara dia merebutmu, melainkan caramu membiarkan dirimu dibawa pergi. Tanpa perlawanan, tanpa keraguan. Kau seolah-olah memang sudah lama menunggu seseorang untuk mengetuk pintu itu, agar kau punya alasan untuk benar-benar pergi dari sisiku.
Kini, bidadariku sudah punya tempat singgah yang baru. Ia tak lagi mencari bahuku saat dunianya sedang runtuh. Ia tak lagi menggenggam jemariku saat ia merasa ragu. Ia telah menemukan pelukan yang menurutnya lebih mampu melindunginya, sementara aku di sini, hanya menjadi pemilik masa lalu yang perlahan-lahan mulai berdebu di sudut ingatanmu.
Menyakitkan memang, melihatmu bahagia di tangan orang lain. Melihat binar mata yang dulu miliku, kini menyala untuk dia yang baru saja datang. Aku tidak membencinya, sungguh. Aku hanya sedang membenci diriku sendiri yang terlalu percaya bahwa cinta yang sederhana akan cukup untuk membuatmu menetap selamanya. Ternyata, di dunia ini, mereka yang datang dengan segala kemilau akan selalu menang melawan aku yang hanya punya doa dan kesetiaan yang sunyi.
Sekarang, biarlah ruang di dadaku ini tetap kosong. Aku akan membiasakan diri menatap kursi di seberang meja yang tak lagi ada penghuninya. Selamat menempuh hidup yang baru di rumah yang jendelanya tidak lagi mengarah kepadaku. Patah hati ini memang belum tuntas, tapi setidaknya aku tahu, bidadariku sudah menemukan langit yang menurutnya lebih tinggi untuk ia terbangi. Walau itu artinya, ia harus membiarkan sayapku patah di sini, sendirian.
π±ππππ. 16/2/26
π°πππ.π
Komentar
Posting Komentar