π·ππ, π³πππππππ.
Hai, Desember.
—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_—_
Akhirnya kita sampai di ujung kalender,
setelah sebelas bulan aku dipaksa kuat oleh keadaan yang berantakan.
Aku datang padamu dengan napas yang tersengal,
membawa sisa-sisa harapan yang sudah kehilangan warnanya sejak pertengahan tahun lalu.
Dulu, aku membayangkan kita akan menutup tahun ini dengan pelukan.
Membahas tentang rencana-rencana kecil,
tentang coffeeshop mana lagi yang akan kita datangi,
atau sekadar berdebat tentang film apa yang layak ditonton sambil menunggu kembang api.
Tapi lihat sekarang.
Desember-ku hanya berisi dialog-dialog pendek dengan diriku sendiri,
tentang kenapa hatiku masih saja betah menyimpan orang yang bahkan sudah lupa jalan pulang.
Kamu adalah kekecewaan yang paling lengkap.
Kamu membuatku sadar bahwa bergantinya tahun tidak selalu harus mengganti rasa sakit.
Aku masih orang yang sama,
dengan luka yang sama,
menunggu seseorang yang jelas-jelas sudah bahagia di pelukan yang berbeda.
hihi Lucu, ya?
Aku yang sibuk memikirkan cara agar kita tidak usai, sementara kamu sudah sibuk menyusun cerita baru dengan orang yang baru.
Hai, Desember.
Kenapa setiap sudutmu selalu terasa seperti dia?
Lampu-lampu kota, aroma tanah basah, bahkan lagu-lagu sedih yang diputar di pusat perbelanjaan.
Semuanya seolah bersekongkol untuk mengingatkanku,
bahwa tahun ini aku gagal,
gagal menjaga seseorang yang paling ingin aku miliki.
Aku lelah menjadi orang yang paling pengertian.
Aku lelah memaklumi perpisahan yang sebenarnya tidak pernah aku inginkan.
Aku mulai sadar bahwa ternyata, mencintai sendirian itu seperti menggenggam es batu;
Yang awalnya dingin dan nyaman, namun lama-lama perih dan mematikan rasa.
Terimakasih, Desember.
Sudah menjadi saksi bahwa aku pernah sehancur ini.
Sudah menjadi tempat persembunyian untuk air mata yang tak pernah berani kutunjukkan di bulan-bulan sebelumnya.
Tahun akan segera berganti,
tapi biarlah patah hati ini tetap di sini.
Aku tidak ingin membawanya ke Januari.
Hai, Desember.
Tolong sampaikan padanya, jika suatu saat dia menoleh ke belakang:
Aku sudah tidak ada di sana.
Aku sudah pergi, bersama sisa-sisa hujanmu yang terakhir.
π±ππππ, 28/12/2025
π°πππ.π
Komentar
Posting Komentar