Terimakasih Desember
Terimakasih Desember ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Desember kali ini datang tanpa permisi, membawa aroma tanah basah yang biasanya kita hirup berdua di teras belakang. Tapi pagi ini, hanya ada aku dan kepul uap kopi yang mendingin lebih cepat dari biasanya. Sepertinya, suhu udara tahu bahwa pelukmu sudah tidak lagi menjadi tumpuanku. Aku masih ingat bagaimana caramu merayakan hujan. Kamu bilang, hujan adalah cara langit menyampaikan rindu yang paling rahasia. Sekarang aku paham, kenapa langit menangis begitu hebat bulan ini. Mungkin ia juga kehilanganmu, sebagaimana aku kehilangan separuh napas yang biasa kupanggil "rumah". Kita pernah berjanji untuk menghabiskan sisa kalender dengan tawa yang genap. Tapi nyatanya, takdir lebih suka angka ganjil. Ia membiarkanku sendirian di angka satu, sementara kamu sudah menjadi bagian dari ketiadaan yang tak sanggup kusentuh. "Terimakasih sudah sempat mampir," "Terimakasih juga sudah pernah membuatku merasa bahwa dicintai ad...