Apa Ini Makna Perpisahan Bagi-mu


Aku sering bertanya-tanya pada langit-langit kamar yang bisu: mengapa setelah punggungmu menjauh, dunia seolah menuntutku untuk mendadak amnesia? Seolah-olah semua percakapan pukul dua pagi, janji-janji kecil di bawah rintik hujan, dan tawa yang pernah kita bagi adalah sebuah dosa yang harus segera ditebus dengan cara melupakan.


Bagiku, perpisahan itu sendiri sudah cukup berat. Namun, keharusan untuk menghapus jejakmu adalah beban yang jauh lebih melelahkan. Mengapa kita harus berpura-pura tidak pernah saling mengenal hanya agar dianggap "sudah sembuh"? Mengapa namamu yang dulu adalah sinonim dari kata pulang, kini harus dipaksa menjadi kata yang terlarang untuk diucapkan?


Mungkin bagimu, makna perpisahan adalah sebuah penghapusan total. Kamu menganggap ingatan adalah beban, dan melupa adalah satu-satunya jembatan untuk menyeberang ke masa depan. Kamu menutup buku itu, membakarnya, lalu berlagak seolah kita tidak pernah menulis satu paragraf pun di dalamnya. Tapi bagiku, perpisahan tidak seharusnya sekejam itu.


Aku tidak ingin melupakanmu. Bukan karena aku ingin terus terjebak dalam luka, tapi karena aku menghargai waktu yang pernah kita habiskan bersama. Jika aku melupakanmu, aku juga akan kehilangan sebagian dari diriku yang tumbuh bersamamu.


      Jadi, katakan padaku, apa sebenarnya makna

     perpisahan bagi-mu? Apakah aku hanya sebuah 

     persinggahan yang harus segera kamu

     bersihkan sisa-sisanya, ataukah aku adalah 

    sebuah kenangan yang terlalu sakit untuk tetap 

    kamu simpan?


Sangat aneh rasanya; kita dipaksa belajar bertahun-tahun untuk mengingat ilmu pengetahuan, namun tidak pernah diajari bagaimana caranya melupakan seseorang dalam satu malam. Akhirnya, aku tersadar bahwa melupakan itu bukan soal menghapus ingatan, tapi soal membiasakan diri bahwa ingatan itu ada, namun orangnya tidak lagi di sana. Dan sayangnya, aku belum seahli itu dalam berpura-pura sepertimu.


Bogor 19/2/26

1 ramadhan 1447

19.37

Abad.i

Komentar

Postingan populer dari blog ini

π™·πšŠπš’, π™³πšŽπšœπšŽπš–πš‹πšŽπš›.

Terimakasih Desember