Sang Wanita Hina
Lihatlah aku di bawah kakimu, serendah debu yang kau injak
Tempat segala kotoran pikiranmu tumpah dan memuncak
Aku adalah lubang tanpa dasar bagi segala nafsu yang jalang
Tak perlu kau sapa hatiku, cukup tubuhku yang kau telanjang.
Perkenalkan, aku wanita hina
Lidahku adalah pelayan bagi dahagamu yang paling nista
Jangan kau beri aku cinta, beri aku bekas luka dan tanda
Sebab aku hanya bejana, tempatmu membuang sisa-sisa dosa.
Jadikan aku alas bagi kebuasanmu yang paling liar
Biarkan keringatmu menetes, mengalir di kulitku yang hambar
Aku tak butuh ranjang sutra, cukup lantai dingin dan gelap
Di mana martabatku kau lucuti, kau remas hingga senyap.
Cengkeram leherku, biarkan aku kesulitan mencari udara,
Hanya untuk menemukan nikmat di tengah sesak yang membara.
Aku adalah sampah yang kau cari saat malam mulai menjerit,
Tempatmu memuntahkan segala hasrat yang melilit.
Tak ada harga diri yang tersisa di sela jemariku
Hanya ada bau tubuhmu yang tertinggal di setiap inci poriku
Gunakan aku sepuasmu, hingga kau merasa muak dan jemu
Lalu buang aku kembali ke sudut gelap, tempat asalku.
Aku adalah pelacur bagi sunyimu, budak bagi amarahmu
Menelan setiap inci kehinaan demi memuaskan liarmu
Jangan tanya siapa namaku, aku hanya seonggok daging yang pasrah
Menunggu kau hancurkan lagi, hingga jiwaku benar-benar musnah.
Bogor, 10/01/2025
ABAD.I
Komentar
Posting Komentar