SINGA DI LUAR KANDANG

 ---

*Singa Di Luar Kandang*


Di pagi yang cerah, aku berdiri di tengah padang yang luas. Dulu, aku seperti singa yang terkurung dalam kandang. Suaraku terbungkam, langkahku terhalang oleh jeruji yang kau buat. Kau adalah penguasa yang mengendalikan hidupku, mengatur setiap langkahku.


Namun hari ini, angin berbisik lembut, membawa harapan baru. Mentari menyinari wajahku, menghapus kabut yang menutupi mataku. Aku adalah singa yang kini berani melangkah keluar, meninggalkan belenggu yang mengikatku.


Daun-daun di pohon menari-nari dalam angin, bebas dan ceria. Mereka tidak terkurung oleh tanah, dan aku pun tidak lagi terbelenggu oleh kekanganmu. Sungai mengalir deras, menembus bebatuan, merdeka dalam jalannya, seperti hatiku yang kini bebas dari pengendalianmu.


Tak ada lagi bisikan yang membelenggu, hanya semangat yang membara. Aku adalah singa yang mengaum ke langit, menembus batasan yang ada. Hutan menjadi saksi, dan langit melindungiku. Aku menulis kisah hidupku sendiri, tanpa campur tanganmu.


Sekarang, aku berdiri di puncak bukit, menatap dunia dengan percaya diri. Setiap hembusan angin membawaku pada janji baru, bahwa aku adalah singa yang merdeka, bukan makhluk yang terkurung. Di luar kandang ini, kebebasan adalah mahkota yang ku pakai dengan bangga.


Aku membuka mataku lebar-lebar, menyatu dengan dunia yang luas. Kau mungkin masih ada dalam ingatanku, tapi aku kini adalah cahaya pagi yang takkan padam. Singa di luar kandang, akhirnya merdeka, siap menaklukkan dunia dengan auman yang penuh keberanian.


---

๐˜๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต, ๐Ÿถ๐Ÿฝ-๐Ÿถ๐Ÿป-๐Ÿธ๐Ÿถ๐Ÿธ๐Ÿป

แด€ส™แด€แด….ษช

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐™ท๐šŠ๐š’, ๐™ณ๐šŽ๐šœ๐šŽ๐š–๐š‹๐šŽ๐š›.

Terimakasih Desember