Perih-Nya Nisan Zamrud 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Negeri Zamrud kesayangan-ku , telah mati

Kuburannya digali oleh tangan para Tuan & puan.

Tak ada iringan duka, hanya suara mesin yang kejam,

Ditutupi janji janji kaya, yang ternyata cuma khayalan. 


Lihatlah, para tamu berdatangan dengan baju mewah, berbucket bunga plastik, 

dengan senyum sombongnya. 


Dulu banyak penggemar tanahmu, kini mereka yang merusaknya. 

Katanya "untuk maju" , Tapi entah maju nya untuk siapa! 


Pohon-pohon hijau yang dulu menyegarkan udara,

Sekarang jadi tunggul bisu, saksi sifat serakah.

Sungai jernih tempat ikan berenang senang,

Kini jadi selokan kotor, airnya hitam dan berbusa.


Di atas tanahmu yang lapang, mereka membangun gedung gedung pencakar langit

 tempat untuk berpesta pora dan tertawa riya

Mereka merayakan kemajuan, di atas tanahmu yang hancur,

Lupa bahwa semuanya adalah air mata dan penderitaan.


Putra-putrimu kini bermain di tengah debu dan asap,

Cerita tentang Zamrud hanya dongeng sebelum tidur saja.

Mereka tak pernah tahu hijaunya rumput, wanginya bunga,

Hanya mengenal bau gosong, dan langit yang selalu suram.


Maka tidurlah, 


Zamrud, dalam kuburan "kemajuan",


Sajak ini bukan tangisan sedih, tapi sindiran yang dalam.

Sebab yang dikubur bukan hanya tanah dan kekayaan alam,

Namun hati nurani, dan pikiran sehat yang sudah hilang.


π™±πš˜πšπš˜πš›, 𝟸𝟿/𝟢𝟻/𝟸𝟢𝟸𝟻

α΄€Κ™α΄€α΄….Ιͺ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

π™·πšŠπš’, π™³πšŽπšœπšŽπš–πš‹πšŽπš›.

Terimakasih Desember