Bayang-bayang & kenangan#1


Nina: Raka... sudah lama kita tak bertemu.


Raka: iya, Nin.. 

Tapi entah mengapa hatiku masih terasa berat saat melihatmu.


Nina: Aku pun merasakan yang sama. Dua hati yang terbelah, terpisah oleh waktu dan luka.


Raka: Kenangan kita seperti bayang-bayang yang tak bisa kuhapus, selalu hadir di setiap sudut hatiku.


Nina: Kadang aku bertanya, apakah cinta kita pernah benar-benar hilang? Ataukah hanya terpendam dalam kesunyian?


Raka: Cinta itu tak pernah hilang, Nina. Ia berubah bentuk, menjadi sesuatu yang lebih dalam—rasa rindu dan penyesalan.


Nina: Penyesalan... aku juga memilikinya. Jika saja aku bisa mengulang waktu, mungkin semuanya akan berbeda.


Raka: Aku pun begitu berharap bisa kembali dan menghapus air mata yang pernah kita tumpahkan bersama.


Nina: Tapi kita tak bisa mengubah masa lalu. Satu-satunya yang bisa kita lakukan hanyalah menerima dan berjuang untuk melangkah.


Raka: Namun, bagaimana bisa membiarkan kenangan itu pergi begitu saja? Mereka adalah bagian dari kita, bagian dari kisah dua hati yang pernah utuh.


Nina: i iya rak, tetapi meskipun terbelah, hati kita tetap terikat oleh kisah yang kita jalani bersama.


Raka: Aku yang berjuang antara melupakan dan mengingatmu. Antara melepaskan dan juga terus berharap.


Nina: Aku juga. Kadang rasa sakit itu terasa seperti beban yang tak tertahankan.


Raka: Tapi dari rasa sakit itu, aku belajar tentang arti cinta yang sesungguhnya—bukan hanya kebersamaan, tapi juga keberanian untuk melepaskan.


Nina: Lepas bukan berarti menyerah, melainkan merelakan agar kita bisa menemukan bahagia di jalan masing-masing.


Raka: Mungkin ini cara terbaik bagi dua hati yang terbelah, agar masing-masing bisa tumbuh dan sembuh.


Nina: Aku harap kamu bahagia, Raka. 

Lebih dari apa pun, itu yang aku inginkan darimu.


Raka: Terima kasih, Nina. Aku juga mengharapkan hal yang sama untukmu.


Nina: Apakah suatu hari nanti, kita bisa menjadi teman yang baik?


Raka: Aku ingin itu. Agar semua kenangan indah yang kita rajut tidak hilang begitu saja.


Nina: Kita akan membawa kisah ini sebagai pelajaran dan kenangan manis, bukan luka yang terus membekas.


Raka: Dengan begitu, dua hati kita yang terbelah bisa berdamai dan perlahan menyembuhkan diri.


Nina: Aku percaya, waktu akan membantu kita. Menyembuhkan luka dan mempererat rasa yang dulu ada.


Raka: Terima kasih telah berbagi cerita, Nina. 

Malam ini aku merasa ringan meski perasaan tetap kompleks.


Nina: Aku pun begitu, Raka. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalananku, meski kini di jalur yang berbeda.


Raka: Sampai jumpa, Nina. Semoga hari-harimu dipenuhi dengan cinta dan kedamaian.


Nina: Sampai jumpa, Raka. Semoga kita suatu saat bisa tersenyum mengenang kisah ini tanpa air mata.


~kotabecek, 6/6/2025

~ᴀʙᴀᴅ.ɪ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝙷𝚊𝚒, 𝙳𝚎𝚜𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛.

Terimakasih Desember